Dua Negara yang Diprediksi Selamat Jika Terjadi Perang Nuklir antara Iran dan AS-Israel

Presiden Israel, Isaac Herzog, baru-baru ini mengungkapkan alasan di balik serangan udara yang dilancarkan oleh negaranya bersama dengan Amerika Serikat terhadap Iran sejak akhir Februari 2026. Dalam penjelasannya, Herzog menyatakan bahwa langkah tersebut diambil karena adanya kekhawatiran mengenai potensi perluasan arsenal persenjataan Iran.
Herzog meyakini bahwa Iran tengah merencanakan pengembangan senjata nuklir terbaru secara rahasia. Ia mengungkapkan bahwa intelijen Israel telah memperoleh informasi bahwa Iran berusaha untuk meningkatkan jumlah rudal jarak jauh mereka dari 2.000 menjadi 20.000 unit.
“Ketika Anda menyadari bahwa mereka telah menginvestasikan semua sumber daya dan kekayaan negara untuk menciptakan kekacauan di Timur Tengah, sementara Anda berusaha untuk membangun hubungan damai dengan negara-negara Muslim, dan Anda tahu mereka memiliki rencana rahasia untuk segera memproduksi bom, maka tindakan harus diambil,” ujar Herzog dalam wawancara eksklusifnya dengan CBS News baru-baru ini.
Ketakutan akan potensi senjata nuklir yang dimiliki Iran menjadi faktor pendorong di balik serangan tersebut. Namun, seberapa besar ancaman yang ditimbulkan oleh senjata nuklir Iran? Sebuah studi yang telah melalui proses peer-review dan diterbitkan di jurnal Nature menunjukkan bahwa bahkan perang nuklir berskala kecil pun berpotensi menewaskan miliaran orang.
Situasi ini dapat terjadi karena ledakan nuklir akan mengeluarkan sejumlah besar partikel jelaga ke atmosfer, menghalangi sinar matahari dan memicu apa yang dikenal sebagai “musim dingin nuklir” yang dapat melanda seluruh planet. Hal ini akan mengganggu sistem pertanian global dan berpotensi menyebabkan kelaparan massal.
Annie Jacobsen, seorang ahli dalam skenario kiamat nuklir dan penulis buku Nuclear War: A Scenario, telah menganalisis berbagai penelitian ilmiah serta pendapat para pakar pertahanan untuk menggambarkan dampak yang akan terjadi jika negara-negara besar mulai meluncurkan sekitar 12.000 senjata nuklir yang saat ini tersimpan di berbagai tempat di seluruh dunia.
“Ratusan juta orang akan kehilangan nyawa mereka dalam sekejap akibat bola api dari ledakan nuklir, itu sudah pasti,” jelas Jacobsen dalam podcast The Diary Of A CEO yang dipandu oleh Steven Bartlett.
Namun, kerusakan terbesar justru akan dialami oleh mereka yang selamat dari ledakan awal dan dampak radiasi yang menyusul. Jacobsen memperkirakan bahwa setelah peristiwa tersebut, mungkin masih ada sekitar tiga miliar orang yang hidup, tetapi kehidupan mereka akan bertransformasi secara total dan tidak akan sama seperti yang kita kenal saat ini.
➡️ Baca Juga: Tekanan Global: Memahami Tantangan dan Peluang di Era Modern
➡️ Baca Juga: Kreativitas dalam Berkarya: Tips untuk Seniman Pemula




