Morgan Stanley PHK 2.500 Pegawai, Divisi Perbankan Investasi Paling Terpengaruh

Morgan Stanley baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mengurangi jumlah karyawan sebesar 3 persen dari total tenaga kerjanya. Tindakan ini diperkirakan akan berdampak pada sekitar 2.500 pegawai, termasuk mereka yang terlibat dalam layanan hipotek untuk klien di sektor manajemen kekayaan.
Menurut laporan dari The Wall Street Journal, langkah pemangkasan ini merupakan reaksi terhadap perubahan dalam prioritas bisnis, penyesuaian strategi geografis, serta penilaian kinerja individu.
Bank yang berkantor pusat di New York ini memiliki total sekitar 83.000 karyawan di seluruh dunia. Pengurangan posisi ini dikabarkan terjadi di berbagai divisi, termasuk perbankan investasi, trading, manajemen investasi, serta manajemen kekayaan.
Di bagian manajemen kekayaan, pegawai yang terkena pemangkasan mencakup para private banker dan staf pendukung back-office. Proses pengurangan ini telah dimulai sejak minggu lalu, dengan sebagian besar dilakukan pada hari Rabu, menurut sumber yang sama.
Meskipun melakukan pemotongan tenaga kerja, kondisi keuangan Morgan Stanley tetap stabil. Pada tahun 2025, bank ini mencatatkan pendapatan bersih sebesar US$70,6 miliar, atau setara dengan Rp1.185 triliun, meningkat dari US$61,8 miliar (Rp1.038 triliun) pada tahun sebelumnya.
Laba bersih yang berhasil diatribusikan kepada Morgan Stanley juga menunjukkan kenaikan, dari US$13,4 miliar menjadi US$16,9 miliar, yang setara dengan Rp284 triliun, dalam periode yang sama.
Di sektor hipotek, Morgan Stanley menempati posisi ke-33 di antara pemberi pinjaman terbesar di Amerika Serikat. Pada tahun 2025, bank ini berhasil menghasilkan volume hipotek sebesar sekitar US$13 miliar atau sekitar Rp218,4 triliun, meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data dari Inside Mortgage Finance.
Data dari RETR menunjukkan bahwa fokus utama bank ini adalah pada pinjaman pembelian rumah dan pinjaman konvensional, dengan ukuran pinjaman rata-rata yang mencapai sekitar US$918.000 atau Rp15,4 miliar.
Hingga saat ini, Morgan Stanley belum memberikan pernyataan resmi terkait pemangkasan karyawan ini. Beberapa analis berpendapat bahwa meskipun divisi hipotek terpengaruh, pengurangan tenaga kerja ini lebih mencerminkan penyesuaian internal daripada indikasi adanya masalah finansial yang signifikan.
➡️ Baca Juga: SIAKAD Dalwa: Inovasi Pendidikan Tinggi Indonesia
➡️ Baca Juga: Harga Emas 4 Maret 2026: Kenaikan Tipis Produk Antam dan Lonjakan Global




