Bursa Asia Melonjak Setelah Sinyal Perdamaian Iran dari Trump, Harga Minyak Dunia Turun

Bursa Asia-Pasifik dibuka dengan tren positif di awal perdagangan pada hari Selasa, 10 Maret 2026. Kenaikan ini terjadi seiring dengan penurunan harga minyak global, setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal bahwa konflik dengan Iran mungkin akan segera mereda.
“Perang ini sudah hampir sepenuhnya selesai,” ungkap Trump melalui akun X-nya yang dilansir dari CNBC Internasional, pada Selasa, 10 Maret 2026.
Pascakomentar Trump, harga minyak dunia mengalami penurunan lebih dari 10 persen. Hal ini terjadi setelah ia menyatakan akan mempertimbangkan penguasaan Selat Hormuz. Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak melewati angka US$100 per barel, atau sekitar Rp1.689.700, berdasarkan kurs Rp 16.900 per dolar AS.
Minyak mentah Brent mengalami penurunan hampir 10 persen, dengan harga tercatat turun US$8,90 per barel pada pukul 21.10 ET, dalam sesi perdagangan pada Senin, 9 Maret 2026. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga terjun lebih dari 9 persen menjadi US$86,05, atau sekitar Rp1.453.728 per barel.
“Dengan terhentinya pasokan minyak dunia yang mencapai 20 persen, dunia kini menghadapi gangguan terbesar yang pernah ada,” ungkap Bob McNally, Presiden Rapidan Energy Group.
Indeks Kospi di Korea Selatan mencatatkan lonjakan lebih dari 5 persen di awal perdagangan hari ini, menunjukkan sentimen positif di pasar. Indeks Kosdaq, yang terdiri dari saham-saham dengan kapitalisasi kecil, juga mengalami kenaikan lebih dari 4 persen.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan kenaikan sebesar 1,66 persen, sementara Indeks Topix mencatatkan peningkatan 1,3 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Australia menguat sebesar 1,35 persen. Namun, indeks Hang Seng di Hong Kong mengalami penurunan menuju level 25.370, setelah sebelumnya berada di kisaran 25.408,46.
Rebound signifikan juga terlihat di pasar AS, khususnya di Wall Street. Indeks S&P 500 melonjak 0,83 persen mencapai angka 6.795,99.
Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir dengan kenaikan 239,25 poin atau 0,5 persen, ditutup pada 47.740,80. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatatkan penguatan sebesar 1,38 persen, mencapai 22.695,95.
Kenaikan ini menandai pembalikan yang cukup mengesankan, setelah sebelumnya mengalami kerugian yang signifikan pada hari yang sama. Indeks Dow Jones sempat terjatuh hampir 900 poin pada titik terendah sesi, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing mengalami penurunan hingga 1,5 persen.
➡️ Baca Juga: Gereja di Kotabaru Larang Jemaah Bawa Ransel
➡️ Baca Juga: Kuota Impor: Kebijakan yang Mengundang Perdebatan




