RMA Indonesia Tidak Terlibat dalam Proyek Impor Pikap India untuk Kopdes Merah Putih

RMA Indonesia mengonfirmasi bahwa mereka tidak terlibat dalam pengadaan kendaraan pikap untuk proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dikelola oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Proses impor unit tersebut dilaksanakan secara langsung antara Agrinas dan prinsipal Mahindra di tingkat internasional, tanpa keterlibatan RMA Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan oleh Roelof Lambert, Direktur Regional RMA Indonesia. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki peran dalam proses impor maupun distribusi kendaraan tersebut di pasar domestik.
“Kami bukan bagian dari transaksi ini. Oleh karena itu, saya tidak dalam posisi untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai isu ini,” jelas Lambert di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa pengadaan unit Mahindra Scorpio Pikup yang dibutuhkan oleh Agrinas adalah hasil dari transaksi langsung antara pembeli dan produsen kendaraan.
“Ya, itu adalah transaksi langsung,” tegasnya.
Pernyataan ini bertujuan untuk mengklarifikasi informasi yang sebelumnya beredar, yang menyebutkan bahwa proses impor kendaraan tersebut akan dilakukan melalui RMA Indonesia sebagai agen pemegang merek Mahindra di Indonesia.
Menurut Lambert, meskipun RMA Indonesia memiliki kontrak sebagai distributor resmi Mahindra di negeri ini, terdapat ketentuan dalam perjanjian yang memungkinkan prinsipal untuk melakukan transaksi langsung dalam proyek tertentu.
“Kami memiliki kontrak distribusi dengan Mahindra di Indonesia, itu benar. Namun, dalam kontrak tersebut juga dijelaskan bahwa untuk proyek tertentu, Mahindra diperbolehkan untuk melakukan transaksi secara langsung,” ungkapnya.
Walaupun tidak terlibat dalam proses pengadaan kendaraan, RMA Indonesia telah menawarkan dukungan untuk layanan purna jual kendaraan di Indonesia. Namun, hingga saat ini, pembahasan mengenai hal tersebut masih dalam tahap negosiasi.
“Kami telah menawarkan dukungan kami, tetapi diskusi mengenai hal tersebut belum mencapai kesepakatan,” tambah Lambert.
Artinya, belum ada kepastian apakah layanan servis, penyediaan suku cadang, atau dukungan teknis untuk kendaraan yang telah diimpor akan dikelola oleh RMA Indonesia atau pihak lain.
Ia berpendapat bahwa jika nantinya RMA Indonesia terlibat dalam layanan purna jual, keberadaan kendaraan pikap tersebut dapat memberikan dampak positif bagi penetrasi merek Mahindra di pasar Indonesia.
➡️ Baca Juga: Menunda Mandi Junub Setelah Subuh di Bulan Ramadhan, Apakah Puasa Sah Menurut Buya Yahya?
➡️ Baca Juga: Peningkatan Infrastruktur Pendidikan di Daerah Tertinggal Indonesia

